Aspek Trigatra dan Pancagatra dalam Wawasan Nusantara

Aspek trigatra dan pancagatra dalam konsep wawasan nusantara-Konsep dari wawasan nusantara ialah suatu cara pandang dan pengaturan yang terdiri dari segenap kehidupan bangsa yang disebut astagatra. Astragatra ini meliputi trigatra (aspek alamiah) dan pancagatra (aspek sosial). 

Aspek Trigatra dan Pancagatra dalam Wawasan Nusantara


Aspek Trigatra dan Pancagatra dalam Wawasan Nusantara


Aspek-aspek yang termasuk ke dalah trigatra antara lain, letak da geografis negara, keadaan dan keakayaan alam, serta kemampuan dari penduduknya. Sedangkan yang termasuk ke dalam aspek pancagatra atau aspek sosial kemasyarakatan yaitu ipoleksosbudhankam (ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan). 

Diantara gatra-gatra tersebut dengan gatra yang lain akan memiliki hubungan yang sifatnya timbal balik dengan hubungan yang erat serta saling interdependensi, demikian juga hubungan antara trigatra dan pancagatra.

Untuk lebih jelasnya, ikuti penjelasan lengkapnya tentang aspek trigatra dan pancagatra dalam konsep wawasan nusantara di bawah ini !

1. Aspek Trigatra dalam Wawasan Nusantara 

Aspek pertama yaitu aspek trigatra yang memiliki pengertian bahwa sebuah aspek suatu negara yang sudah melekat pada negara itu sendiri dan tidak pernah sama pada setiap negara. Pada aspek trigatra terdiri unsur alamiah yang bersifat statis atau relatif tetap. Apa saja aspek trigatra? Cermati ulasan berikut !

a. Letak dan Bentuk Geografis 

Letak geografis wilayah Indonesia merupakan sebuah kepulauan, yang didalamnya terdiri dari daerah air dengan ribuan pulau-pulaunya. Letak dan geografis ini dalam bahasa asing bisa disebut sebagai archipelago kelvar, kepulauan Indonesia merupakan sebuah archipelago yang letaknya diantara dua benua yaitu Benua Asia (sebelah utara) dan Benua Australia (sebelah selatan) serta dua samudra yaitu Samudra Indonesia (sebelah barat) dan Samudra Pasifik (sebelah timur). 


Letak geografis Indonesia yang berada diantara dua benua dan samudra, maka dapat dikatakan bahwa Indonesia memiliki kedudukan yang geografis di tengah-tengah jalan lalu lintas silang dunia. Oleh karena kedudukan yang strategis tersebut, maka dapat dilihat dari tiga segi kesejahteraan yaitu di bidang politik, ekonomi dan sosial budaya. Selain itu, Indonesia juga telah banyak mengalami pertemuan dengan pengaruh pihak asing (akulturasi). 

Letak dan geografis Indonesia yaitu terletak pada 6° LU-110 LS, 95° BT-141° BT, dan di tengahnya terbentang garis equator yang menyebabkan Indonesia memiliki 2 musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. 


b. Keadaan dan Kemampuan Penduduk 

Penduduk adalah sekelompok atau segerombol manusia yang mendiami suatu tempat atau wilayah. Terdapat beberapa faktor penduduk yang dapat mempengaruhi ketahanan nasional, diantaranya yaitu sebagai berikut. 

  • Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Penduduk 
Jumlah penduduk dapat mengalami perubahan karena kelahiran, kematian, datangnya penduduk baru, dan orang yang berpindah dari suatu wilayahnya. Dampak positif dari pertambahan penduduk ialah pertambahan angkatan kerja (man power) dan pertambahan tenaga kerja (labour force). Namun, dampak negatifnya, apabila pertumbuhan penduduk tidak seimbang dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tidak diikuti dengan usaha peningkatan kualitas penduduk.
  • Faktor yang Mempengaruhi Komposisi
Komposisi adalah susunan penduduk menurut umur, kelamin, agama, suku bangsa, tingkat pendidikan, dan lainnya. Sama halnya bahwa susunan penduduk itu dipengaruhi oleh mortalitas (kematian), fertilitas (kelahiran), dan migrasi (perpindahan). Diantara faktor tersebut, fertilitas (kelahiran) memegang peranan yang besar terhadap umur dan jenis penduduk golongan muda yang bisa berdampak pada persoalan penyediaan fasilitas seperti, pendidikan, lapangan kerja, dan lainnya. 
  • Faktor yang Mempengaruhi Distribusi 
Distribusi penduduk dapat dikatakan ideal apabila distribusi tersebut dapat memenuhi syarat berupa kesejahteraan dan keamanan yaitu penyebaran merata. Oleh karena itu, pemerintah harus memberikan kebijakan utuk mengatur penyebaran penduduk, contohnya melalui transmigrasi, mendirikan pusat pengembangan (growth center), pusat industri, dan lainnya. Kemampuan penduduk yang tidak seimbang dengan pertumbuhan penduduk bisa berdampak pada ancaman terhadap pertahanan nasional.


c. Keadaan dan kekayaan alam 

Kekayaan sumber alam bisa terdapat di atmosfir, permukaan bumi, perairan, dan dalam bumi atau pertu bumi. Sumber alam sebenarnya memiliki arti yang luas, di mana Indonesia terkenal sebagai negara yang mempunyai sumber kekayaan alam yang melimpah ruah. Sebagai contohnya, sumber kekayaan alam Indonesia termasuk sumber pelican atau mineral, nabati atau flora, dan hewani atau fauna. 

Sumber-sumber pelican atau mineral dapat berupa bahan galian, biji-bijian maupun bahan-bahan galian industri di samping sumber-sumber tenaga lain. Sifat khas dari sebuah kekayaan alam adalah jumlahnya yang terbatas dan penyebarannya tidak merata seluruh wilayah. Sehingga dapat berdampak ketergantungan dari dan oleh negara lain. Berdasarkan bentuknya, sumber daya alam ada 2 (dua) , yaitu sumber daya alam yang dapat diperbarui dan tidak dapat diperbarui.


Sumber daya berupa kekayaan alam harus dimanfaatkan dan diolah dengan berprinsip atau asas maksimal, lestari, dan berdaya saing. Berikut penjelasannya :
  • Asas maksimal, artinya sumber daya alam yang dikelola atau dimanfaatkan harus benar-benar menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. 
  • Asas lestari Sumber, artinya pengolahan sumber daya alam tidak boleh menimbulkan kerusakan lingkungan, menjaga keseimbangan alam. 
  • Asas berdaya saing Artinya bahwa hasil-hasil sumber daya alam harus bisa bersaing dengan sumber daya alam negara lain. 

2. Aspek Pancagatra dalam Wawasan Nusantara 

Aspek berikutnya yaitu aspek pancagatra yang memiliki arti yaitu sebuah aspek dalam kehidupan nasional yang berhubungan dengan kehidupan dan pergaulan manusia dalam bermasyarakat dan bernegara dengan ikatan, aturan dan norma tertentu. Apa saja aspek pancagatra? Cermati ulasan berikut !

a. Ideologi 

Ideologi bisa dikatakan sebagai guiding of principles (prinsip yang dijadikan dasar suatu bangsa). Pengertian dari ideologi yaitu sebuah pengetahuan dasar atau cita-cita. Ideologi merupakan suatu konsep yang mendalam tentang kehidupan yang dicita-citakan dan ingin diiperjuangkan dalam kehidupan yang nyata.

Penjabaran ideologi dalam sistem nilai kehidupan, yaitu suatu rangkaian nilai yang tersusun dengan sistematis serta merupakan sebuah kebulatan ajaran dan doktrin. Dalam strategi pembinaan ideologi berikut adalah beberapa prinsip yang harus diperhatikan, yaitu :
  • Ideologi harus diaktualisasikan (diterapkan sebenarnya) dalam bidang kenegaraan oleh seluruh warga negara Indonesia.
  • Ideologi sabagai perekat pemersatu yang harus ditanamkan oleh warga negara Indonesia. 
  • Ideologi negara harus dijadikan sebagau panglima, bukan malah sebaliknya. 
  • Aktualisasi (penerapan secar nyata) ideologi harus dikembangkan kearah keterbukaan dan kedinamisan. 
  • Ideologi Pancasila mengakui kebhinekaan (keaneragaman) dalam kehidupan berbangsa dan dijadikan sebagai alat untuk mempersatukan dan mensejahterakan masyarakat. 
  • Lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif harus bisa mewujudkan cita-cita bangsa dengan melaksanakan GBHN yang selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara.
  • Menyosialisasikan dan menyebarluaskan ideologi pancasila sebagai ideology relijius, demokratis, humanis, nasionalis, dan berkeadilan. Serta bisa menumbuhkan sikap positif terhadap warga negara melalui peningkatan motivasi untuk mewujudkan cita-cita bangsa dan negara. 

b. Politik 

Politik dapat diartikan sebagai haluan, asas, atau kebijaksanaan yang berguna dalam mencapai tujuan dan kekuasaan. Dalam kehiduan politik, terdapat dua sektor yaitu sektor input (masukan) berupa masyarakat dan sektor output (keluaran) berupa pemerintah. 


Sistem politik dalam suatu negara sangat berpengaruh terhadap kehidupan politik di negara tersebut. Upaya bangsa Indonesia dalam meningkatkan ketahanan di bidang politik yaitu berupa upaya untuk mencari keserasian dan keseimbangan antara output dan input (keluaran dan masukan) berdasarkan pancasila yang merupakan pencerminan dari demokrasi Pancasila.

c. Ekonomi 

Kegiatan ekonomi merupakan keseluruhan kegiatan pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan faktor produksi dan distribusi barang dan jasa untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi yaitu berupa peningkatan kapasitas produksi dan kelancaran distribusi barang dan jasa secara merata ke seluruh wilayah Indonesia. Upaya tersebut harus melalui sistem ekonomi yang diarahkan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. 

Upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan ketahanan ekonomi, diantaranya yaitu :
  • Ekonomi kerakyatan harus terhindar dari etatisme, free fight liberalism, dan monopoli. 
  • Struktur ekonomi, pembangunan dan hasil pembangunan harus dimantapkan dan dijalankan secara selaras dan seimbang antarsektor. 
  • Pembangunan ekonomi harus didasarkan dengan dasar kekeluargaan.  
  • Kemampuan dalam bersaing harus ditumbuhkan dan dikembangkan guna meningkatkan kemandirian ekonomi. 

d. Sosial Budaya 

Berkaitan dengan hal ini, pengertian dari sosial budaya yaitu dapat diartikan sebagai kondisi di mana dinamika budaya bangsa yang didalamnya berisi keuletan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi ATHG (ancaman, tantangan, halangan, dan gangguan). 

Gangguan bisa berasal dari dalam maupun dari luar, baik secara langsung maupun tidak langsung. Gangguan inilah yang dapat membahayakan kelangsungan hidup sosial NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. 

Esensi atau hal yang pokok dari ketahanan budaya ialah pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan sosial budaya. Ketahanan budaya adalah pengembangan sosial budaya dimana setiap warga masyarakat berhak untuk  mengembangkan kemampuan dan potensinya, naum harus tetap berdasarkan nilai-nilai Pancasila.


e. Pertahanan dan Keamanan 

Pertahanan dan keamanan atau hankam dapat dikatakan sebagai kondisi dinamika dalam kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia yang didalamnya berisi ketangguhan dan keuletan untuk menghadapi dan mengatasi ATHG yang dapat membahayakan integritas, identitas, dan kelangsungan hidup bangsa yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. 

Suatu ketahanan nasional dalam bidang hankam (pertahanan dan keamanan) ialah ketangguhan suatu bangsa dalam upayanya untuk membela negara, di mana seluruh ipoleksosbudhankam disusun, dikerahkan secara terpimpin, terintegrasi, dan terorganisasi guna menjamin terselenggaranya Sistem Ketahananan Nasional. 

Prinsip dari sistem ketahanan pertahanan dan keamanan nasional antara lain adalah sebagai berikut. 
  • Indonesia yang cinta damai tetapi lebih cinta kemerdekaan. 
  • Pertahanan keamanan harus berlandasan pada landasan ideal berupa Pancasila, landasan konstitusional berupa UUD 1945, dan landasan visional berupa wawasan nusantara.
  • Pertahanan keamanan negara ialah upaya yang terpadu untuk melibatkan segenap potensi dan kekuatan nasional. 
  • Pertahanan dan keamanan diselenggarakan melalui Sishankamnas (sistem pertahanan dan keamanan nasional) dan Sishankamrata (sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta). 

3. Hubungan Antargatra 

Terdapat hubungan antara trigatra dan pancagatra serta antargatra itu sendiri yang sifatnya timbal balik serta erat. Hubungan antargatra bisa dinamakan sebagai korelasi dan interdependensi yang artinya adalah sebagai berikut. 
  • Sebuah ketahanan nasional tersebut akan bisa mempunyai suatu ketergantungan dengan kemampuan bangsa dan negara dalam menggunakan secara optimal alamiah (trigatra) sebagai modal dasar dalam menciptakan kondisi dinamis untuk dijadikan kekuatan dalam menyelenggarakan kehidupan nasional (pancagatra). 
  • Suatu ketahanan nasional juga dapat diartikan ke dalam sebuah pengertian yang holistik, yaitu sebuah tatanan yang utuh, terpadu dan menyeluruh, di mana adanya hubungan antar gatra dalam seluruhan kehidupan nasional (astagatra).
  • Kelemahan di salah satu atau beberapa gatra bisa berdampak pada melemahnya gatra lain dan mempengaruhi kondisi secara keseluruhan. Dan sebaliknya, kekuatan di salah satu maupun beberapa gatra dapat digunakan untuk memperkuat gatra lain yang masih lemah, dan dapat pula mempengaruhi kondisi secara keseluruhan. 
  • Pada beberapa ketahanan nasional bukan menjadi sebuah penjumlahan dari setiap gatranya, melainkan sebuah resultante berkaitan dengan integratif dari kondisi dinamik kehidupan bangsa di bidang ipoleksosbudhankam.
Selanjutnya hubungan antar gatra, dikemukakan seperti uraian berikut. 
  • Gatra geografi
Karakter atau ciri geografi sangat berpengaruh pada jenis, kualitas dan persebaran kekayaan alam di Indonesia. Dan sebaliknya pula, bahwa kekayaan alam dapat mempengaruhi karakter dan ciri geografi. 
  • Antara gatra geografi dan gatra kependudukan
Bentuk dari kehidupan dan penghidupan serta persebaran penduduk memiliki kaitan yang erat antara karakter geografi . Dan sebaliknya pula, bahwa ciri dan karakter geografi bisa berpengaruh pada kehidupan pendudukanya. 
  • Antara gatra kependudukan dan gatra kekayaan alam
Pada kehidupan dan penghidupan pendudukan sangat dipengaruhi oleh faktor seperti jenis, kualitas, kuantitas dan persebaran kekayaan alamnya di Indonesia. Demikian juga sebaliknya, bahwa jenis, kualitas, kuantitas, dan persebaran kekayaan alam dipengaruhi oleh faktor kependudukan khususnya kekayaan alam yang bisa diperbaharui. Kekayaan alam tersebut akan memiliki manfaat nyata berada di tangan penduduk dengan kemampuannya dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. 


4. Hubungan Antar Gatra dalam Pancagatra

Setiap gatra di dalam pancagatra pasti akan memberikan kontribusi tertentu untuk gatra-gatra lain. Dan sebaliknya pula, bahwa setiap gatra akan menerima kontribusi dari gatra lain secara terintegrasi. Berikut hubungan antar gatra dalam pancagatra :
  • Hubungan gatra ideologi dengan gatra politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan
Maka ideologi dapat diartikan sebagai sebuah falsafah bangsa dan landasan ideologi sebuah negara. Sebuah ideologi juga dapat dijadikan menjadi nilai penentu dalam kehidupan nasional yang meliputi seluruh gatra dalam pancagatra untuk memelihara kelangsungan hidup bangsa serta pencapaian tujuan nasional di Indonesia.
  • Hubungan gatra politik dengan gatra ideologi, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan
Memiliki arti bahwa kehidupan politik yang mantap dan dinamis melaksanakan kebenaran ideologi, memberikan iklim yang kondusif guna pengembangan ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan. Sebuha kehidupan politik bangsa dapat dipengaruhi oleh bermacam-maam  hal yang saling berkaitan. Seperti dipengaruhi oleh tingkat kesadaran dan kecerdasan politik, kesejahteraan ekonomi, ketaatan dalam beragama, keakraban sosial dan rasa keamanannya. 
  • Hubungan gatra ekonomi dengan gatra ideologi, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan
Artinya kehidupan dan kegiatan ekonomi yang tumbuh mantap dan merata, akan menyakinkan kebenaran sebuah ideologi yang dianut di negara tersebut. Mendinamisir kehidupan politik dan perkembangan sosial budaya serta dapat pula dalam mendukung pengembangan hankam. Kondisi ekonomi yang maju, stabil, dan merata akan menunjang peningkatan dan stabilitas ketahanan pada aspek lain. 
  • Hubungan gatra sosial budaya dengan gatra ideologi, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan
Memiliki pengertian bahwa kehidupan sosial budaya yang stabil, selaras, dinamis, berkepribadian dan berbudaya, akan menyakinkan kebenaran sebuah ideologi, akan memberikan iklim yang kondusif dalam kehidupan politik yang berbudaya, kehidupan ekonomi yang selalu mementingkan kebersamaan serta kehidupan pertahanan dan keamanan yang selalu menghormati hak-hak individu. 

Keadaan sosial tersebut hanya bisa berkembang dalam suasana aman dan damai. Kebesaran dan keseluruhan nilai sosial budaya bangsa dapat mencerminkan tingkat keamanan dan kesejahteraan nasional baik fisik, material, maupun mental spiritual. Begitu pula sebaliknya, jika keadaan sosial yang timpang dengan kontradiksi di dalam berbagai bidang kehidupan akan berdampak pada ketegangan sosiaƂ yang kemudian dapat berkembang menjadi gejolak sosial. 
  • Hubungan gatra pertahanan dan keamanan dengan gatra ideologi, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan
Artinya keadaan kehidupan pertahanan dan keamanan yang stabil dan dinamis dapat meyakinkan kebenaran sebuah ajaran ideologi, akan memberikan iklim yang kondusif guna  mengembangkan kehidupan politik, ekonomi dan sosial budaya. Keadaan pertahanan dan keamanan tersebut akan menunjang dan memperkokoh kehidupan ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya. 

5. Macam-macam Astagatra dan Peranannya

Astagatra adalah gabungan atau hubungan dari kedua aspek, yaitu trigatra dan pancagatra. Hubungan tersebut bersifat timbal balik dengan hubungan yang erat.

Astagatra dalam pendekatan keamanan dan kesejahteraan akan mempunyai peranan yang bergantung dari sifat setiap gatra, diantaranya yaitu :
  • Gatra alamiah mempunyai peranan dan manfaat sama besar baik untuk keamanan maupun untuk kesejahteraan.
  • Gatra ideologi, politik dan sosial budaya memiliki peranan dan kegunaan sama besar untuk keamanan dan kesejahteraan. 
  • Gatra ekonomi relatif akan memiliki peranan lebih besar untuk kesejahteraan daripada peranannya untuk keamanan. 
  • Gatra pertahanan dan keamanan relatif akan memiliki peranan dan kegunaan lebih besar untuk keamanan daripada peranannya untuk kesejahteraan.   

Referensi : Buku PPKn kelas XI kurikulum 2013

Itulah aspek trigatra dan pancagatra dalam konsep wawasan nusantara 

Semoga ulasan mengenai aspek trigatra dan pancagatra di atas dapat bermanfaat bagi sobat dalam mempelajari materi ini. Sekian dan terima kasih atas kunjungannya

Belum ada Komentar untuk "Aspek Trigatra dan Pancagatra dalam Wawasan Nusantara"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel