Metamorfosis SMA Negeri 1 Bobotsari



SMA Negeri 1 Bobotsari menjadi SMA Negeri tertua ke-2 di Kabupaten Purbalingga karena berdiri pada tahun 1982 dan sudah berusia 37 tahun. SMA Negeri 1 Bobotsari  ini  berada di utara Kabupaten Purbalingga, tepatnya di Kecamatan Bobotsari. Lokasinya tidak terletak di jalan utama, melainkan dekat dengan permukiman warga dan area persawahan. Ketika awal berdiri SMA Negeri 1 Bobotsari sering disebut sebagai “sekolah ngisor papringan” tak lain karena pada saat itu sekolah dikelilingi oleh pohon-pohon bambu.

Berdirinya SMA Negeri 1 Bobotsari tak dapat terlepas dari peran SMP Negeri 1 Bobotsari. Siswa SMA secara bergantian dengan siswa SMP dalam kegiatan pembelajaran karena masih menumpang di gedung SMP Negeri 1 Bobotsari. Tidak perlu waktu lama, tepat pada tanggal 9 Oktober 1982 gedung SMA Negeri 1 Bobotsari diresmikan dan kegiatan pembelajaran dialihkan ke gedung SMA Negeri 1 Bobotsari yang baru.

Pada awalnya, SMA Negeri 1 Bobotsari hanya memiliki beberapa ruang, diantaranya 6 ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, pendopo, dan kantor guru. Tidak ada pembatas tembok pada saat itu membuat sawah belakang sekolah dapat terlihat. Siswa yang terbagi menjadi kelas X dan XI ini hanya berjumlah 134 siswa. Meskipun sedikit, mereka sangat dekat dengan guru-guru saat itu. Hubungan antara siswa dengan guru sudah seperti keluarga. Hal tersebut dijelaskan oleh Bu Sumiati, salah seorang guru PPKn yang kini telah memasuki masa pensiun.

Memasuki era tahun 2000-an, jumlah kelas mulai bertambah, disertai pula dengan jumlah pendaftar yang semakin meningkat. Perlahan-lahan yang awalnya hanya terdiri dari 6 kelas, kini telah mencapai 30 kelas. SMA Negeri 1 Bobotsari kini sudah banyak mengalami perkembangan, baik dari segi sarana prasarana hingga segi akademik. Sudah banyak prestasi yang diraih oleh SMA Negeri 1 Bobotsari. Sebutan “sekolah ngisor papringan” akan berjalan menjadi “sekolah modern”.

Untuk mencapai sekolah yang modern tidaklah mudah. Memerlukan banyak dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkannya, apalagi diera globalisasi sekarang ini yang sangat kental dengan kemajuan di bidang teknologi.

SMA Negeri 1 Bobotsari dengan visi "berilmu" dan partisipasi aktif dari guru serta siswa, yakin akan bisa membuat sekolah ini menjadi sekolah yang modern. Teknologi bukan untuk ditolak melainkan harus diselaraskan perkembangannya dengan pemanfaatan yang benar.

SMA Negeri 1 Bobotsari terus melakukan pembenahan, terlebih pada fasilitas-fasilitas ICT dan ruang kelas yang dibangun dengan modern dan mewah terus dilakukan. Digitalisasi dalam pembelajaran modern terus dikembangkan. Kini pembelajaran di SMA Negeri 1 Bobotsari sudah menggunakan ruangan ber-AC, dengan dilengkapi LCD dengan kualitas terbaru, speaker aktif, dan CCTV serta jaringan internet pun diperluas dan ditingkatkan untuk menunjang kegiatan pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum 2013.

Lapangan tengah pun tak luput dari sentuhan modern, namun tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan. Lapangan tengah terlihat lebih rapi dengan dipasangnya paving blok, tamanisasi, dan pemasangan gazebo pada setiap sudutnya. Sekolah juga membangun taman dari arah lapangan tengah menuju masjid yang sering disebut sebagai lorong kebahagiaan.

Lapangan tengah SMA negeri 1 Bobotsari
Dengan ornamen lampion merah yang menggelantung, kerap juga para siswa menyebutnya dengan "Gang Mayong" yakni tempat kuliner terkenal di Purbalingga. Area ini merupakan tempat yang instagramable sehingga sering digunakan oleh para siswa sebagai tempat untuk berswafoto.

Lorong kebahagiaan "Gang Mayong"
Selain itu, SMA Negeri 1 Bobotsari juga berganti wajah dengan melakukan pembangunan gedung bagian depan. Wajah sekolah yang lama tidak tersentuh, kini sudah tersulap menjadi “sekolah modern”. Gedung ini memiliki 2 lantai yang terdiri dari beberapa ruang, yaitu ruang administrasi tata usaha, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang serba guna, ruang BK, ruang wakil kepala sekolah, dan aula. Tak lain tujuan pembangunan ini untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

Wajah baru SMA Negeri 1 Bobotsari
Konsep sekolah modern yang dilakukan oleh SMA Negeri 1 Bobotsari ini tetap memperhatikan visi berwawasan lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan penanaman pohon di lingkungan SMA dan pembuatan taman yang mempercantik wajah SMA Negeri 1 Bobotsari. Pada beberapa titik juga dibuat sumur resapan air, sehingga air hujan dapat terserap ke dalam tanah. Selokan-selokan di lingkungan sekolah juga diperlebar dan diperdalam untuk kelancaran saluran air.

Tak lengkap rasanya jika sekolah modern hanya berpaku pada pembangunan fisik sekolah saja. Hal tersebut juga harus diselaraskan dengan pembangunan karakter warga SMA Negeri 1 Bobotsari sebagai pendukung sekolah modern.

Salah satu karakter yang sangat ditekankan di SMA Negeri 1 Bobotsari yaitu kedisiplinan, sehingga tak heran masyarakat umum mengenal sekolah ini dengan aturan dan kedisiplinan dari warga sekolahnya. “Kesuksesan tidak lepas dari kedisiplinan” tegas Waka Kesiswaan SMA Negeri 1 Bobotsari yang terus menggema disaat sambutan upacara.

Dengan adanya SMA Negeri 1 Bobotsari sebagai sekolah modern yang didukung oleh SDM yang berkarakter akan membentuk simbiosis mutualisme untuk melahirkan kesuksesan, berupa prestasi di masa depan. Itulah yang menjadi salah satu kunci keberhasilan SMA Negeri 1 Bobotsari dalam berkiprah di jalur prestasi akademik maupun nonakademik.

#smansabozz
"Terwujudnya warga sekolah yang bertaqwa, berilmu, berprestasi, dan berwawasan lingkungan."

Belum ada Komentar untuk "Metamorfosis SMA Negeri 1 Bobotsari"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel